Ini Bahaya Jamur Enoki yang Mengandung Listeria

Jamur Enoki Mengandung Bakteri Berbahaya!

Berdasarkan informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN), jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO dan WHO, jamur enokidari Green Co Ltd asal Korea Selatan terindikasi mengandung bakteri Listeria yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

Merespons hal tersebut, Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PPKKP), Kementerian Pertanian Indonesia, langsung bertindak cepat dengan memerintahkan importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki. Perintah ini disampaikan dalam seminar webinar bertajuk ‘Keamanan Pangan di Era New Normal’. 

“Dua hari yang lalu kami telah memusnahkan jamur enoki. Karena beberapa negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain, telah menginfokan bahwa jamur enoki itu mengandung Listeria dan telah memakan beberapa korban di negara-negara tersebut,” ujar Ir. Yasid Taufik MM, Kepala PPKKP, Rabu (25/6).

Menurut laporan Medical News Today, Listeria monocytogenes adalah bakteri yang sering ditemukan dalam makanan dan merupakan patogen bawaan makanan yang paling ganas, termasuk jamur enoki. Bakteri ini juga bisa ditemukan di air, tanah, dan feses. Manusia bisa terinfeksi Listeria saat mereka mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Bagi kelompok rentan, bakteri Listeria bisa menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan yang mengancam jiwa. Beberapa kelompok rentan tersebut antara lain adalah ibu hamil, orang lanjut usia, anak-anak, orang dengan penyakit penyerta, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Adapun sejumlah risiko kesehatan yang ditimbulkan meliputi infeksi darah yang serius (septikemia) atau radang selaput di sekitar otak (meningitis). Infeksi Listeria menjadi lebih fatal ketika menyebar ke otak, yang bisa menyebabkan sebagai berikut:

  • Kelumpuhan saraf kranial: kelumpuhan dan tremor,

  • Ensefalitis: peradangan otak,

  • Meningitis: peradangan pada selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang,

  • Meningoensefalitis: kombinasi meningitis dan ensefalitis,

  • Abses serebral: penumpukan nanah di dalam otak.

Begitupun pada ibu hamil. Listeria disebut dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur. Ada kemungkinan bayi yang baru lahir menderita infeksi pada hari kelahiran atau seminggu setelahnya. 

Orang dewasa yang sehat dan punya sistem kekebalan tubuh kuat sebenarnya tidak terlalu berisiko saat terinfeksi bakteri Listeria. Tatkala seseorang mengalami gejala-gejala Listeriosis, diagnosis bisa dilakukan dengan cara tes darah atau air seni. 

Pengobatan yang paling umum diberikan pada penderita Listeriosis adalah dengan memberikan antibiotik. Obat Ampilisin juga diberikan kepada penderita Listeriosis, bersama dengan antibiotik gentasimin.

Jika septikemia atau meningitis terjadi, pasien biasanya diberikan antibiotik intravena dan dirawat selama kurang lebih 6 minggu.

Sumber: kumparan.com


Hazlina Warda

351 Blog posting

Komentar