Apa itu bullying?hindari perilaku ini!

Perilaku Bullying adalah tindakan atau perilaku seseorang bahkan lebih dengan menyakiti atau mendzalimin orang lain dengan cara kekerasan baik itu fisik, verbal maupun dunia maya. Tindakan ini dapat terjadi dimana saja, seperti di lingkungan rumah, kerja, bahkan dilingkungan sekolah. Biasa


Perilaku Bullying
 
adalah tindakan atau perilaku seseorang bahkan lebih dengan menyakiti atau mendzalimin orang lain dengan cara kekerasan baik itu fisik, verbal maupun dunia maya. Tindakan ini dapat terjadi dimana saja, seperti di lingkungan rumah, kerja, bahkan dilingkungan sekolah. Biasanya para pembully akan mencari target yang secara fisik dan mental lebih lemah dan cenderung pendiam dari teman-teman yang lain. Mereka yang kena bully Terkadang tidak mau orang lain sampai tahu, terutama orang tuanya, karena takutnya mereka sama si pembully. Artinya mental anak yang dibully cenderung dibuat depresi oleh si pembully.

Contoh perilaku bullying yang paling sering ditemui di lingkungan sekolah misalnya ketika kakak kelas membully adek kelas dengan cara melabrak, hingga terjadi kekerasan secara fisik maupun verbal dan ini sangat sering terjadi. Bahkan tak ayal sampai ada korban jiwa akibat dari perilaku ini, siapa yang mau disalahkan, kalau sudah terjadi seperti ini?

Beberapa jenis perilaku bullying. Seperti pembully dapat menyakiti secara fisik, seperti melukai tubuh atau memukul, sehingga menimbulkan cedera fisik. Selanjutnya melalui perkataan atau verbal adalah perilaku menghina dengan menggunakan kata-kata yang cenderung kasar. Selanjutnya dalam dunia maya, perilaku bullying dengan menggunakan teknologi digital, seperti menyebar foto atau video tidak pantas, bahkan memberikan fitnah dengan mengeluarkan desas desus yang tidak benar, hal ini dapat menyebabkan efek jangka panjang, jika tidak diatasi. Seperti efek yang akan dialami korban, di antaranya:Mengalami gangguan mental, dan bahkan menyebabkan keinginan untuk bunuh diri. Peran orang tua dan sekolah atau pihak-pihak terdekat sangat diperlukan, jangan sampai korban melakukan tindakan yang diluar batas,

Setiap Permasalahan yang dialami korban, harus diketahui oleh pihak lainnya, agar terhindar dari perilaku depresi. Kalian orang-orang terdekat, Jangan pernah berpikir untuk membiarkannya dan menanggap sepele, sebab ketika ANDA mencoba menutupinya, hal ini tentu malah memperparah keadaan, si korban akan lebih tidak percaya diri lagi. Mereka akan terus murung bahkan menjadi sangat pendiam. Artinya dalam hal ini peran orang tua atau guru sangat perlu, agar korban merasa lebih aman ketika orang-orang terdekat berada disampingnya, dia bisa perlahan-lahan mulai membuka diri, bahkan kalian bisa bertemu dengan seorang psikolog, untuk membantuk menyelesaikan permasalahan ini.

Hindari perilaku untuk menjadi pendendam, adanya keinginan untuk membalas lawan dengan kekerasan, ini tentunya tidak menyelesaikan masalah.  Lebih baik  ajarkan agar ia tetap kuat dan terbuka. Selain berikan rasa semangat yang tinggi agar mereka tetap percaya diri. Dan yang paling penting lebih baik para orang tua , guru atau pihak yang lebih dewasa menjadi contoh teladan yang baik bagi anak-anak. Sebab mereka cenderung mencontoh perilaku orang tua, oleh karena itu,didikan pertama didalam rumah itu sangat penting. Di rumah lah sebagi madrasah atau sosialisasi pertama yang didapat oleh seorang anak.

 


ade wenyta Teresia

42 Blog posting

Komentar