WISATA LOKAL : Pulau Kemaro Palembang Simpan Kisah Mistis

Terletak tidak jauh dari pusat kota Palembang, ada sebuah pulau yang berada di tengah-tengah sungai Musi. Pulau itu bernama Pulau Kemaro. (foto : ruangjuara.com)

Awal cerita pulau kemaro memang sangat menakjubkan, mulai dari bangunan-bangunan bernuansa tionghoa berupa kelenteng dan pagoda yang sangat indah dan megah.

Dibalik semua itu ada sebuah cerita mistis yang tragis dari terciptanya pulau itu. Cerita ini merupakan kisah cinta antara seorang putri raja yang bernama Siti Fatimah dan saudagar dari tiongkok yang bernama Tan Bun An.

Awal cerita sebuah vihara China (kelenteng Hok Tjing Rio) di pulau Kemaro. Di Pulau ini juga sering dikunjungi umat Buddha baik lokal maupun manca negara untuk berdoa atau berziarah ke makam Siti Fatimah.

Di sana juga sering diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek. Menurut legenda setempat, tertulis di sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Rio, zaman dahulu datang seorang pangeran dari Negeri Tiongkok, bernama Tan Bun An. Ia datang ke Palembang untuk berdagang. Ketika ia meminta izin ke Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati. Mereka pun menjalin cinta dan berniat untuk segera menikah. Tan Bun An mengajak Siti Fatimah ke daratan Tiongkok untuk melihat orang tua Tan Bun An.

Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Ketika pulang, mereka membawa tujuh guci yang berisi emas hadiah dari orang tua Tan Bun An. Sesampainya di muara Sungai Musi, Tan Bun han ingin melihat hadiah emas di dalam guci-guci tersebut. Tetapi alangkah kagetnya dia karena yang dilihat adalah sayuran sawi asin. Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut ke Sungai, tetapi guci terakhir terjatuh di atas dek perahu layar dan pecah. Ternyata di dalamnya terdapat emas. Ia lalu terjun ke dalam sungai untuk mengambil emas di dalam guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu, tetapi kedua orang itu tidak kunjung muncul. Siti Fatimah akhirnya menyusul dan terjun juga ke Sungai Musi. Untuk mengenang mereka bertiga dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut.

"Kisah pulau ini merupakan keramat bagi orang disini, seringkali orang yang memancing ikan ketika malam hari di daerah sekitar pulau Kemaro sering melihat bayangan seorang wanita berambut panjang yang berkeliaran di pulau Kemaro, orang sering menyebut itu merupakan bayangan roh Siti Fatimah." Cetus salah seorang warga yang tinggal di pulau itu. Kisah mistis ini membuat banyak penasaran wisatawan ingin berkunjung ke pulau Kemaro.

Untuk berkunjung ke Pulau Kemaro banyak orang melakukan perjalanan sungai dengan menyewa Perahu untuk menyeberang ke pulau tersebut, untuk tiket masuk di pulau Kemaro sebenernya gratis. Tetapi wisatawan biasanya mengeluarkan biaya untuk menyewa perahu. Jam buka pulau Kemaro sendiri buka jam 9 pagi sampai 7 malam.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama kunjungan ke pulau Kemaro. Pertama, jangan lupa membawa payung untuk menghindari hujan saat di pulau Kemaro. Kedua, memakai topi dan kacamata membuat anda lebih nyaman. Ketiga, bawa uang cash karena mesin ATM tidak ada di pulau Kemaro. Bawalah uang tunai secukupnya untuk membeli beberapa makanan ringan dan minuman untuk melepas dahaga di warung sederhana di pulau itu. Keempat, lebih asik beramai-ramai bersama teman-teman dan sahabat. Terakhir, yang paling terpenting buanglah sampah pada tempatnya ya sobat Ruang Juara..

Pengen berkunjung ke pulau Kemaro yang ada di Palembang? dijamin bakal asyik dan menyenangkan..ayo sobat Ruang Juara kita berkunjung beramai-ramai kesana..

https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4651038/ini-pulau-kemaro-lokasinya-di-tengah-sungai-musi-palembang

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3195361/pulau-kemaro-di-palembang-simpan-kisah-cinta-tragis

https://www.nativeindonesia.com/pulau-kemaro/

 

 


Ahd. S. Jabek

12 Blog posting

Komentar