Wisata Paling Populer Di Palembang


Wisata terlaris di Pulau Sumatera, selain banyak wisata alam yang bisa kamu kunjungi, di Palembang juga ada tempat wisata religi dan tempat wisata bersejarah.

.

Banyak tempat wisata yang dapat kalian kunjungi ketika berada di Sumatera Selatan khususnya di Palembang. Inilah beberapa tempat wisata terpopuler yang yang dikunjungi oleh pendatang;

1. Jembatan Ampera

Jembatan Ampera berada di Kota Palembang, Sumatera Selatan, merupakan ikon dari 'Bumi Sriwijaya'. Jembatan ini juga memiliki peranan penting dalam menghubungkan arus perekonomian masyarakat wilayah Seberang Ilir dan Ulu.

Jembatan yang membentang sepanjang 1.177 meter dan membelah Sungai Musi ini merupakan hadiah dari Presiden RI pertama Ir. Soekarno, yang diberikan untuk masyarakat Palembang.

2. Tugu Belido

Seperti biasa di setiap malam hari kawasan Benteng Kuto Besak salah satu objek wisata di kota palembang selalu diramaikan oleh warga Kota Palembang yang sekedar untuk bersantai dan menikmati keindahan pemandangan Sungai Musi dan Jembatan Ampera dimalam hari.

Obyek wisata yang cukup ramai di sore hari hingga larut malam ini tidak memungut biaya yang banyak, cukup membawa uang Rp 10.000 hingga Rp 25.000 saja sudah dapat menikmati beragam hiburan atau membeli makanan yang yang dijajakan di area BKB.

3. Museum Sultan Mahmud Badaruddin

Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin yang berada dikawasan Benteng Kuto Besak. sejarahnya, bangunan tua dari masa pendudukan Belanda di Palembang. Bangunan yang dibangun pad tahun 1821 sampai 1824 dan menjadi kediaman resmi residen Belanda J.L van Sevenhoven. Uniknya dulu kediaman residen ini dibangun di atas reruntuhan keraton kesultanan Palembang.

4. Pendestrian Sudirman

Pedestrian Palembang merupakan salah satu wisata malam yang dikunjungi, lokasinya berada dijalan utama Kota Palembang yaitu Jalan Sudirman.

Pedestrian Sudirman sebenarnya jalan raya pada umumnya namun setelah ditata ulang oleh Pemerintah Kota dengan pelebaran jalan trotoar, salah satu yang jadi fokus pembangunannya. Pedestrian Sudirman ini adalah upaya Pemerintah untuk meningkatkan minat pejalan kaki yang semakin berkurang, karena inilah beberapa trotoar Kota Palembang seakan disulap untuk menjadi kawasan pedestrian yang layak untuk pejalan kaki.

Setelah penataan selesai kini Trotoar Jalan Sudirman Palembang memang sangat cantik, terdapat bangku-bangku duduk yang tertata rapi dan indah dipandang, lampu jalan khas Palembang, karena inilah tempat ini sering dijadikan tempat nongkrong anak muda di Palembang.

Melihat minat masyarakat yang antusias akhirnya Pedestrian Sudirman Walk Palembang sengaja dijadikan sebagai tempat pertunjukan yang diadakan setiap malam minggu, dilakukan blocking Jalan Raya didepan bundaran pasar Cinde, sehingga para pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan yang ada.

Banyak atraksi yang bisa dillihat disini, berbagai komunitas berkumpul dan membuka stand lesehan, enaknya lagi banyak pedagang makanan dan minuman berjualan disekitar lokasi.

Jika anda ingin berkunjung kesini bersama keluarga bisa datang pada malam minggu akan lebih ramai, karena ada juga beberapa liburan untuk Andak seperti adanya Robot Transformer, Liburan Live Musik, Stand Up Comedy, Galeri Lukisan, Galeri Photography dan lainnya.

5. Pulau Kemaro

Dalam bahasa Palembang, kemaro artinya kemarau. Nama itu digunakan karena Pulau Kemaro tidak pernah tergenang air. Bahkan jika sungai Musi sedang mengalami air pasang, Pulau Kemaro terlihat seperti mengapung di tengah-tengah sungai Musi.

Pulau ini juga terkenal dengan legenda kisah cinta seorang putri Raja Palembang, Siti Fatimah dengan Tan Bun An seorang Pangeran dari China yang sedang belajar di Kota Palembang.

Sebenarnya Pulau Kemaro adalah delta (pulau bentukan murni) di Sungai Musi. Sobat ruang juara bisa menaiki perahu kecil dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu  atau bisa juga menggunakan speedboat seharga Rp 100 ribu hingga -150 ribu. Keduanya bisa Sobat temui di dermaga di sungai Musi.

Pulau Kemaro yang memiliki luas lima hektar ini juga memiliki daya tarik dari bangunan khas China, seperti Pagoda dengan 9 lantai yang terletak di tengah. Ada juga bangunan lainnya dengan ornamen yang bernuansa merah dan juga tiga gundukan tanah yang dipercaya sebagai makam Tan Bun An, Siti Fatimah, dan seorang prajurit mereka yang ikut melompat ke sungai.

Jika ingin berkunjung ke Pulau Kemaro, sebaiknya kita mencocokkan jadwal dengan perayaan masyarakat Tionghoa, seperti Imlek dan Cap Go Meh karena budaya perayaan yang kental akan lebih terasa.

6. Sekanak Sidewalk

Tepian sungai sekanak saat ini menjadi salah satu destinasi wisata terbaru di Kota Palembang, Pasar yang sudah ada sejak zaman Belanada ini memang menjadi salah satu Pasar Tradisional yang menjadi pusat lalu lintas perahu dan kapal, beberapa bangunan juga sudah dibangun sejak tahun 1900 an bahkan mungkin lebih tua lagi.

Sebagai kota tua yang memiliki berbagai tempat wisata, Palembang terus menerus menggali potensi objek wisata yang dapat dimanfaatkan, salah satunya dengan memafaatkan sungai musi, tepisn sungai Sekanak dipoles dengan cat warna warni, sehingga menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi.

Konsep pinggiran sungai yang full colour ini menjadi salah satu tempat yang instagramable di Palembang, termasuk juga banyaknya bangunan tua yang kini masih berdiri kokoh (Old town atmosphere).

Alamat Sekanak Sidewalk Palembang

Jl. Talang Semut, Kec. Bukit Kecil, Pasar Sekanak Kota Palembang

Wisata religi di Kampung Arab Al Munawar (tulisan saya tentang ini sudah saya posting sebelumnya). Ya, wisata religi merupakan konsep wisata baru yang ada di Palembang. Selain menawarkan wisata yang dapat menghibur dan memberikan pengetahuan baru, wisata religi juga bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap islam

Wisata Religi Al Qur'an Al Akbar yang terletak di Jalan M. Amin Fauzi, Soak Bujang (Pondok Pesantren IGM Al Ihsaniyah), Kecamatan Gandus, di kediaman Bapak H. Kgs Syofwatillah Mohzaib sebagai salah satu penggagas.

Terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran yang berhasil dipahat/diukir khas Palembang dalam lembar kayu dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu trembesu dengan biaya tidak kurang 2 miliar Rupiah, di mana masing-masing lembar ukuran halamannya 177x140x2,5 cm dan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter.

Al-Quran yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah dipandang dan enak dibaca. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu relatif lama, sekitar tujuh tahunan.

Al Quran terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Al Quran 30 juz yang dibuat pada media dari kayu jenis tembesu ini, sebelum resmi dipublikasikan, sengaja di pajang seluruh ayat-ayat suci di dalam ruang pamer Masjid Agung Palembang selama tiga tahun untuk mendapat koreksi dari seluruh umat.

Al Qur’an Al Akbar/raksasa dengan ukiran khas Palembang ini dibuat oleh Kiagus Syofwatillah Mohzaib pada tanggal 10 Ramadhan 1422 H/2002 Masehi karena beliau baru saja merampungkan pemasangan kaligrafi pintu dan ornamen Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Alamatnya berada di Jl. Moh. Amin, Gandus, Kec. Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30149.

8. Punti Kayu

Punti Kayu merupakan wisata hutan pinus yang ada dalam kota terbesar di Indonesia. Luasnya mencapai 12 hektar, menjadi paru-paru kota yang di dalamnya tumbuh tanaman yang didominasi oleh tanaman jenis pinus.

Punti Kayu menjadi tempat liburan favorit yang ramai dikunjungi warga kota Palembang. Pengunjung meningkat drastis pada akhir pekan dan hari-hari libur.

Untuk menunjang kegiatan wisata di area hutan, pengelola juga membangun berbagai wahana wisata. Wahana yang dibangun seperti jembatan gantung, perahu bebek, perahu naga, kebun binatang, outbound training, kanopi bridge dan flying fox.

Di lokasi ini, pengunjung dapat menggunakan perahu naga untuk menelusuri rawa hutan. Perjalanan perahu itu berakhir di Danau Punti Kayu, yang di sekitarnya dikelilingi pohon pinus. Jika beruntung, pengunjung dapat menemukan sekawanan kera ekor panjang dan burung-burung langka yang hinggap di pepohonan.

Tidak jauh dari areal tempat bermain anak, ada kebun binatang. Di dalam areal kebun binatang terdapat banyak beragam binatang. Koleksi binatang di kebun binatang ini meliputi buaya, orang utan, owa, beruang madu, elang dan 25 jenis satwa liar lainnya.

Pengunjung juga bisa berkeliling dengan menunggang kuda atau gajah yang tersedia dengan track yang telah ditentukan.

Alamat yang berlokasi di Jalan Kolonel Haji Burlian km 6,5, Palembang, Sumatera Selatan.

9. Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho Palembang yang  dibangun dengan latar belakang untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat keturunan Tionghoa dengan masyarakat Palembang pada umumnya, selain juga sebagai tempat untuk memperdalam ajaran agama Islam dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Digunakannya nama Cheng Ho juga bukan tanpa sebab, Cheng Ho dikenal sebagai panglima angkatan laut Tiongkok dari abad XV. Cheng Ho dipercaya memimpin ekspedisi perdagangan menyusuri wilayah nusantara dengan menggunakan armada yang sangat besar. Meski awalnya perjalanan yang dilakukan Cheng Ho merupakan ekspedisi perdagangan, namun secara tidak langsung dirinya turut memperkenalkan Islam di wilayah yang disinggahinya. Karena perilakunya yang baik dan membawa kedamaian, Cheng Ho mempunyai banyak pengikut.

Masjid Cheng Ho Palembang berukuran sekitar 20x20 meter dibangun di atas tanah seluas 4.990 m2. Tanah tersebut merupakan tanah hibah yang diberikan oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan kala itu, Syahrial Oesman. Dalam pembangunannya, Masjid Cheng Ho dilengkapi dengan dua menara yang masing-masing diberi nama Habluminallah dan Hambluminannas. Sementara di bagian bawah menara terdapat tempat wudhu yang berukuran 4x4 meter.

Keberadaan Masjid Cheng Ho di Palembang bukan sekadar untuk mengkhultuskan Cheng Ho sebagai seorang tokoh muslim Tiongkok. Lebih dari itu, nama Cheng Ho diharapkan mampu menyadarkan kita akan arti penting meneladani apa yang sudah dilakukannya, yaitu menyebar kedamaian kepada siapapun yang ditemuinya.

10. Monpera 

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) bangunan bersejarah dan merupakan salah satu land mark atau ikon Kota Palembang yang berada pinggir jalan dekat sebrangan dengan Masjid agung.

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Palembang, tidak mendatangi Monpera Palembang sebagai lokasi yang bisa dijadikan wisata sejarah guna menambah pengetahuan dan wawasan.

Monpera merupakan museum yang menceritakan sejarah tentara Palembang guna mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda.

Dari cerita sejarahnya, tepatnya pada tanggal 1 Januari 1947, seluruh masyarakat Palembang berjuang secara mati-matian selama lima hari lima malam guna melawan Belanda yang berusaha merebut kembali kemerdekaan yang telah berhasil diperoleh oleh bangsa Indonesia.

Meski hanya menggunakan peralatan dan sejata sederhana, kegigihan masyarakat Palembang dalam berjuang berhasil membuat tentara Belanda kocar-kacir.

Hingga akhirnya pada 6 Januari 1947 tercapailah kesepakatan gencatan senjata. Maka dari itu untuk mengenang semangat perjuang pada masa itu dibangunlah Monpera.

Monpera dibangun sejak tanggal 17 Agutus 1975,yang memiliki makna dalam sucinya perjuangan para pahlawan masa itu.

Di dalam bangunan, setiap lantainya tersedia banyak foto-foto sejarah yang menceritakan kondisi Kota Palembang tempo dulu.

Kemudian diresmikan oleh Menko Kesra RI Alamsyah Ratu Perwira Negara pada tanggal 23 Februari 1988.

Monpera terdiri dari 9 lantai termasuk lantai paling atas yang tentunya bisa melihat pemandangan Kota Palembang.

Dari sisi arsiteknya, bangunan Monpera yang berbentuk persegi lima yang unik dengan bentuknya yang menyerupai bunga melati berkelopak lima.

Nah itulah beberapa tempat wisata yang dikunjungi di palembang, jangan lupa mampir disalah satu destinasi diatas.